Selasa, 21 Desember 2010

"HaRuskaH aQ MemiliHnYa,,,,,,????

Jomblo menurut kebanyakan orang adalah suatu hal yang menyiksa, menurutku tidak, justru sangat menyenangkan, tidak perlu bingung untuk membeli pulsa jika kehabisan pulsa, tidak ada yang melarang, menyuruh ini dan itu, walau pada awalnya aku merasakan sakit yang begitu dahsyat ketika aku memutuskan kekasihku, karena menurutku dia hanya penyumbat segala potensiku, terlalu otoriter, over protective, semua yang dilakukannya tak lepas demi kebaikanku, tapi aku tak merasa nyaman dengan semua itu. Ahh…lupakan saja, aku ingin menikmati kesendirianku, kini hidupku bagai burung lepas dari sangkarnya, terbang bebas menuruti isi hati mengikuti arah kemana pun aku ingin pergi.

Pagi-pagi buta tubuhku yang kurus telah melayang jauh ke kampus tercinta, tak lupa ku hantamkan tubuh ini ke kajian-kajian reguler kala matahari mulai menyembunyikan sinarnya, itu semua adalah usahaku untuk melupakannya, jujur aku masih mencintainya.

Ku sibukkan diri ini di sebuah badan otonom organisasi dan aku masuk dalam jajaran pengurus disana, tepatnya divisi keilmuan, al-hamdulillah kesibukanku ini membuahkan hasil yang luar biasa, menurutku, tanpa kusadari aku telah melupakannya, walau sesekali wajahnya kerap muncul dalam anganku, tapi itu hanya sekilas mungkin bisa di bilang sponsor lewat, tak membekas ke dalam relung hatiku.

Dua tahun setengah sudah umur kejombloanku, aku merasakan hidup normal saat ini, sepertinya aku menjalani hidup ini tanpa beban, ringan bagaikan selembar daun yang berterbangan kesana kemari tertiup angin kencang.

Tidaklah mudah melupakan seseorang yang pernah mengisi hari-hari kita, sangat sulit bahkan, merasa sepi tanpa adanya dia di sisi kita itu sudah pasti, semuanya butuh pelatihan dan kesabaran, tentunya ada sebuah tekad untuk bisa melupakannya dan menumbuhkan keyakinan dalam diri bahwa kita bisa melupakannya, menghapus kenangan manis bersamanya.

"Aku ingin menjadikanmu ibu dari anak-anakku, aku ingin menjadikanmu sebagai penyejuk hatiku dalam hari-hariku, ingin sekali ku membangun syurga bersamamu dan membesarkan buah hati kita disana".

DEG…kok bisa dia mengirimkan sms seperti ini kepadaku, bertatap muka dengannya pun aku tidak pernah, apa lagi berbincang santai dengannya. Ahh…mungkin dia salah kirim, kalau pun ia menyukaiku, rasanya itu tidak mungkin, karena banyak sekali perempuan cantik pun shalihah. Ku abaikan saja sms yang ia kirim.

Ryan Abdullah, ialah laki-laki yang baru saja mengirimi aku sms, aku mengenalnya tapi sekedar mengenal wajah dan nama saja, memang aku pernah satu kepanitiaan dengannya tepatnya seksi acara kala itu, sebatas itu saja, setelah itu aku tidak pernah menjumpainya lagi.

"Ikut aku yuuk..!?!" ajak Chindy temanku.

"Kemana?" jawabku.

"Udah…ikut aja" lanjutnya.

Aku pun mengiyakan ajakannya, akhirnya kami menaiki bus mini yang lumayan sesak akan penumpang, lalu kami turun di sebuah desa bernama Waduk Gondang Lamongan, dan tepat di samping gapura, tengah berdiri seorang laki-laki gagah perkasa, aku tak tahu pasti siapa dia, karena ku melihatnya dari kejauhan arah sehingga sosok tubuhnya terlihat kabur tak begitu jelas.

Tepat di depan gapura kami berhenti menapakkan kaki, akhirnya ku mengetahui siapakah laki-laki gagah perkasa yang tengah berdiri sendiri sedari tadi, ialah Ryan Abdullah, ia menyunggingkan senyum kepadaku, aku pun membalas senyuman itu.

"Udah lama?" tanya Chindy kepada Ryan.

"Nggak, biasa aja kok" jawab Ryan kepadanya.

"My darling, kenalin ini Afifah, sahabatku" ucap Chindy memperkenalkanku pada Ryan. Terlihat ada senyum malu-malu disana.

My darling?...kenapa Chindy temanku itu memanggilnya dengan panggilan seperti itu, bukankah ia yang mengirimi aku sms yang isinya ia menginginkanku menjadi istrinya, menjadi ibu dari anak-anaknya, Ahh…mungkin Ryan lain yang mengirimi aku sms, bukan Ryan kekasihnya Chindy sahabatku, sepertinya tak ada tampang-tampang playboy dalam dirinya.

Kami bertiga menapaki bumi Waduk Gondang dengan hati yang sangat bahagia, kami sangat menikmati jalan-jalan hari ini, disamping pemandangan yang di sajikan begitu memukau juga curahan air terjunnya membuat hatiku terkagum-kagum di buatnya, tak lupa kami pun mengabadikan momen terindah saat ini.

Waduk yang terletak 19 Km kearah barat Lamongan. Tepatnya didesa Gondang Lor dan Deket Agung Kecamatan Sugio. Untuk menuju lokasi ini selain dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi dapat juga menggunakan angkutan umum dari Lamongan menuju Gondang. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Suharto tahun 1987. waduk ini memiliki luas 6,60 Ha dengan kedalaman sekitar 29 meter. Tidak jauh dari lokasi waduk terdapat makam Dewi Sekardadu, putri Blambangan istri Kanjeng Maulana Ishak yang juga disebut Mbok Rondo Gondang merupakan ibu Jaka Samudra atau Sunan Giri. Ditemukan tahun 1911 dan dipugar tahun 1917 oleh pemerintah.

Ketika jarum jam menunjukkan pukul 13.30 wib, aku meminta izin kepada sahabatku untuk menunaikan shalat dhuhur, aku mencari mushalla, ku pun menemukannya, seusai shalat, aku kembali ke tempat semula; tempat pemandian air panas Waduk Gondang, aku tak menemukan siapa-siapa disana, entah kemana mereka pergi aku tak tahu.

Dari arah kejauhan tampak sepasang kekasih layaknya pengantin baru berjalan kearahku dengan adegan-adegan yang menurutku tidak pantas untuk di publikasikan ke halayak umum, ku coba untuk menerka, siapakah mereka yang tidak sopan sekali menurutku, rupanya mereka adalah sahabatku sendiri bersama kekasih dambaan hatinya, malu rasanya diri ini.

Ketika sang matahari tak lagi memancarkan sinarnya, langit pun tak menampakkan kebiruannya, kami pun merencanakan untuk kembali pulang, dalam perjalanan pulang, aku merasa jengkel sekali, mereka bermesraan di depanku, sang perempuan dengan suaranya yang di buat-buat hingga menimbulkan desahan yang menyayat hati, tangan sang laki-laki pun merayap kemana-mana, aku tak kuasa melihatnya, tak ada keberanian untuk menegurnya.

Beginikah model pacaran anak muda zaman sekarang, ahh…beda sekali dengan gaya pacaranku dengan mantanku tiga tahun silam, memang aku pernah menjalin kasih dengan seseorang, akan tetapi tidak separah seperti pemandangan yang baru saja aku melihatnya, sudah rusakkah iman seseorang itu, hingga ia berani berbuat sedemikian rupa…"Pikirku".

"Kalau mahu bermesraan sepuas-puasnya, di hutan atau dimana...jangan didepanku !" ingin sekali kata itu ku lontarkan kepada mereka, agar mereka tahu bahwa yang mereka lakukan itu membuat risih lingkungan sekitarnya, tapi tak terbersit satu keberanian saja dalam diri ini.

***

Perjalanan yang melelahkan, menjengkelkan, menyebalkan tapi sedikit menyenangkan karena aku kembali bisa menikmati indahnya pemandangan dan merasakan hangatnya tetesan air di pemandian air panas Waduk Gondang, meskipun tubuhku tak bisa mencebur ke tempat itu karena tempat pemandiannya sangat kotor, tapi setidaknya kaki ini bisa merasakannya, ya…walaupun hanya sekedar mencelupkannya ke tempat pemandian air panas itu.

"Kok smsku nggak di balas, kenapa, kamu nggak percaya kalau aku betul-betul ingin memilikimu, dan menjadikanmu sebagai ibu dari anak-anakku?" sms darinya melayang kembali ke layar HPku, kali ini ia mencantumkan namanya di akhir message yang ia kirim kepadaku.

Apa maksudnya ini, berani sekali dia menggodaku, padahal jelas-jelas dia sudah memiliki sosok perempuan yang mengasihinya, belum puaskah dia, ahh…barangkali dia sudah gila atau mungkin pada dasarnya dia lelaki penggoda. Ahh entahlah aku tak mahu memusingkan diri dengan semua ini.

Ataukah memang nasibku tercipta kedunia ini untuk di goda dan di permainkan saja, oh Tuhan…lindungilah hamba, tunjukilah hambamu ini jalan yang lurus menuju ridhamu.

Bersambung...


Tidak ada komentar: