Kamis, 02 September 2010

KCB ( Ketika Cinta Berlebay )

KCB (Ketika Cinta Berlebay)

oleh Kembang Anggrek pada 03 September 2010 jam 4:50

Ketika Cinta Berlebay part I

Kairo, 29/08/2010

PMIK yang selalu ramai akan kujungan orang, mengingatkanku pada sekuntum memory yang sudah lama aku kubur dalam-dalam di pekuburan hatiku yang pilu. Bagiku bad memory tak perlu di kenang, hanya rasa nyeri dan pedih yang akan datang menerjang.

"Maaf mbak, Kantor PMIK di mana ya?" Tanya seorang laki-laki kepadaku.

Aku hanya diam terpaku, menunduk lesu, tatapanku pilu, tak mampu lidah ini menguraikan kata-kata, bak patung Cleopatra yang sedari pagi hingga malam berdiri dengan tegap menunggu datangnya sang rembulan yang akan memperlihatkan terangnya cinta kepadaku.

"Maaf mbak, Kantor PMIK di mana ya?" Tanyanya ulang.

Ahh..suara itu, wajah itu, wajah yang sangat familiar menurutku, ya..suara itu, aku sangat mengenalnya, suara berat pun serak-serak basah mengingatkanku akan seseorang yang pernah mengisi hari-hariku.

ketika senyum ini tak lagi merekah bak sekuntum mawar yang sedang bercumbu mesra dengan sang kumbang yang gagah, bukan hanya itu, ia juga mampu merubah hidupku yang hampir terjatuh kedalam jurang kenistaan yang laknat lagi curam muram,.

Ahh..Rizqi Permana seandainya kamu masih disini, seandainya kamu tidak pergi meninggalkanku sebatang kara disini, mungkin saat ini kita bisa merangkai bunga-bunga cinta yang indah, menerobos dinding awan yang selalu tersenyum melihat tingkah lucu kita, mengukir nama kita di daun pintu syurga, sebagai bukti bahwa cinta kita pernah bersemi diatas sana.

"Maaf mbak, Kantor PMIK di mana ya?" Tanyanya ketiga kalinya kepadaku.

"Ahh…laki-laki ini membuyarkanku dari lamunan saja" Bisikku dalam hati.

"Ooo..ka..kantor PMIK, kalau tidak salah di lantai IV" Jawabku dengan terbata-bata.

"Ooo..syukron ya mbak" Ujarnya kepadaku.

"Iya 'afwan" Jawabku menimpali.

Komunikasi yang sangat pendek menurutku, setidaknya pertemuan yang sangat singkat ini mampu mengobati rasa rinduku padamu Rizqi Permana, yang semakin hari semakin mengharu biru.

pertemuan ini, selain mampu mengobati rasa rinduku padanya juga mampu mengingatkanku akan sad memory yang tercipta setahun silam, di Kairo international airport, di saat aku mengantar kepulangannya ke Indonesia dengan linangan air mata darah.

"Sesampai di Indonesia, aku beserta keluargaku akan sillaturrahim ke rumahmu untuk meminangmu Adellia, setelah acara lamaran, aku akan segera mencari tanggal yang baik buat acara pertunangan kita, sebulan selanjutnya kita berdua akan menikah, resmi menjadi suami istri, kamu halal bagiku dan aku halal bagimu" itu adalah sebuah janji yang terucap dari lisan Rizqi Permana berusaha menenangkanku saat itu.

Menurutku janji-janji yang terlontar dari lisannya hanya janji palsu belaka, karena sesampai di Indonesia, sms, dan tlp darinya tak kunjung datang, sehari, dua hari, tiga hari sms darinya tak kunjung menghampiriku, penantianku serasa sia-sia belaka, sebulan kemudian, aku mendapatkan kabar burung yang tak kuasa aku mendengarnya, kabar itu serasa mampu merobek-robek hatiku, menghancurkan kepingan kepingan hatiku yang paling dalam, hatiku sakit sekali, remuk redam bak di hantam gondam.

Dia telah menikah dengan wanita lain, sejak saat itu kepercayaanku kepada laki-laki mulai luntur, menurutku laki-laki adalah makhluk yang hanya bisa mengumbar kata-kata manis yang tak pernah ada realisasinya, janjinya hanya semu belaka, laki-laki tak ubahnya Keong Racun yang menyebarkan racun cintanya ke seluruh penghuni dunia, laki-laki bak Anjing Kampung yang pekerjaan sehari-harinya hanya menjilati tulang belulang saja.

"Ya Robb, kenapa jalan cintaku seperti ini, tidak pantaskah aku mendapatkan cinta sejati dambaan sejuta umat penghuni alam semestamu ini, kenapa dia sampai hati menghianati tulusnya cintaku, kenapa dia sampai hati mempermainkan perasaanku, begitu hinakah hamba di hadapanMu, sehingga makhluk ciptaanMu yang bernama laki-laki itu sampai hati mencabik-cabik bongkahan hatiku yang paling sunyi?" sejuta pertanyaan terlintas dalam benakku.

"Hiks,hiks" aku menangis seorang diri, menangisi buruk nasibku, yang tengah menimpahku.

"Rizqi Permanaaaaaaaa!!" panggilku dalam hati diiringi tangis menggelegar, kali ini, aku tak kuasa membendung buiran air mata yang sedari tadi ingin membobol kelopak korneaku.

"Kenapa kamu memasuki relung-relung hatiku yang paling suci ini, dan kenapa kau ciptakan luka di hatiku ini, luka yang hingga kini tak mampu terobati?" pertanyaanku semakin ngawur saja.

Ahh.. itu pertanyaan dan sikap yang childish sekali menurutku.

" mungkin Robbku mempunyai rencana lain di balik semua ini," ucapku membatin berusaha menenangkan diri, ya.. rencana hebat yang tak mampu di terawang oleh kaca mata kemanusiaan yang kerdil seperti aku, karena pada dasarnya manusia tak terlepas dari sifat ketidak tahuannya, wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamuun.

Ya..manusia hanya mampu berencana tapi Tuhan juahlah yang menentukan, tugas manusia hanya berikhtiyar, tapi ikhtiyarku ini, ikhtiyar yang salah kaprah, karena aku merealisasikan rasa cintaku kepada sesama makhluk dengan cara PACARAN.

Terkadang kejelekan yang terbiasa dilakukan akan menjadi lumrah, dan kebaikan yang tidak pernah di lakukan akan menjadi sesuatu hal yang tabu memang, padahal jelas-jelas di larang oleh syari'ah, mungkin ini adalah bentuk hukuman dari sang pencipta atas dosa-dosaku yang tak bisa menjaga pandangan sekaligus mengendalikan hati yang dikaruniakanNYA untukku, atau hanya cobaan belaka supaya aku lebih bisa bersabar untuk menjalani pahit getirnya hidup, dan lebih dewasa dalam menyikapi keaneka ragaman hidup yang penuh terjal ini.

Seharusnya aku lebih memprioritaskan cintaku pada sang Khalik Tuhanku, bukan pada makhlukNYA, karena cinta sang Khalik pada makhlukNYA tak akan pernah pudar pun punah, tak mengenal kata putus hubungan, abadi sepanjang masa, karena sang Khalik mempunyai 99 nama yang masyhur dengan sebutan Al-asma' Al-husna, yang di antaranya adalah Ar-rahman Ar-rahim. .

Dengan sifat Ar-rahman dan Ar-rahimNYA, membuat ruh dan jasmani kita selalu, senantiasa merasa tenang dan damai akan kasih sayangNYA yang hangat, bisa merasakan indahnya dunia dengan segala perbedaan-perbedaan yang ada di antara makhluknya, semua ini tak terlepas dari sifat Ar-rahman dan Ar-rahimNYA, fabiayyi alaai robbikuma tukadziban?

"Ya Robb, Akankah maafMU datang menghampiriku, Akankah pintu taubat kau bukakan untukku, seorang hamba yang lupa akan kasih sayangmu, yang acuh akan nikmatmu, lalai akan perintahmu??" bisikku membatin diiringi isak tangis penuh penyesalan.

"Ya Robb, wa'fu 'anna waghfirlana warhamna, wa'fu 'anna waghfirlana warhamna, wa'fu 'anna waghfirlana warhamna, warhamna, warhamna, warhamna anta maulana fanshurna 'alal qoumil kafirin, wala haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim!!" tangisku kian menggelagar saat mengucapkan kalimat ini sembari menengadahkan kedua tanganku, tak kuasa aku menurunkan tangan yang berlumuran dosa ini, ya Robb betapa hina dan nistanya hambamu yang satu ini.

Bersambung…

PMIK : Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo.

Syukron : trimakasih.

''afwan : kembali kasih

Sad memory : kenangan yang menyedihkan.

Bad memory : kenangan pahit.

Silaturrahim : upaya mempererat hubungan tali persaudaraan sesama muslim.

Childhish : kekanak-kanakan.

Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun : Al-baqarah :216.

Ar-rahman Ar-rahim : kasih sayang (Asmaullahilhusna fil qur'anil karim wassunnah al-nabawiyyah, karangan Ust . Dr. Faruq Hamadah ).

Fabiayyi alaai robbikuma tukadziban : Qs Al-rahman.

Wa'fu 'anna waghfirlana : Al-baqarah : 286.

By: Cus_n@

· · Bagikan



****Arti cinta, Rindu dan Cemburu dalam islam****


Banyak orang berbicara tentang masalah ini tapi tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Atau tidak menjelaskan batasan-batasan dan maknanya secara syar'i. Dan kapan seseorang itu keluar dari batasan-batasan tadi. Dan seakan-akan yang menghalangi untuk membahas masalah ini adalah salahnya pemahaman bahwa pembahasan masalah ini berkaitan dengan akhlaq yang rendah dan berkaitan dengan perzinahan, perkataan yang keji. Dan hal ini adalah salah.

Tiga perkara ini adalah sesuatu yang berkaitan dengan manusia yang memotivasi untuk menjaga dan mendorong kehormatan dan kemuliaannya. Aku memandang pembicaraan ini yang terpenting adalah batasannya, penyimpangannya, kebaikannya dan kejelekannya. Tiga kalimat ini ada dalam setiap hati manusia dan mereka memberi makna dari tiga hal ini sesuai dengan apa yang mereka maknai.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Cinta (Al-Hubb).

Cinta yaitu Al-Widaad yakni kecenderungan hati pada yang dicintai dan itu termasuk amalan hati, bukan amalan anggota badan/dhahir.

Pernikahan itu tidak akan bahagia dan berfaedah kecuali jika ada cinta dan kasih sayang diantara suami-isteri. Dan kuncinya kecintaan adalah pandangan. Oleh karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan pada orang yang meminang untuk melihat pada yang dipinang agar sampai pada kata sepakat dan cinta.

Sungguh telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Nasa'i dari Mughirah bin Su'bah r.a berkata : "Aku telah meminang seorang wanita, lalu Rasulullah SAW bertanya kepadaku : apakah kamu telah melihatnya?. Aku berkata : belum, maka beliau bersabda : maka lihatlah dia, karena sesungguhnya hal itu pada akhirnya akan lebih menambah kecocokan dan kasih sayang antara kalian berdua"

Sesungguhnya kami tahu bahwa kebanyakan dari orang-orang, lebih-lebih pemuda dan pemudi, banyak sekali kerancuan-kerancuan dalam pemahaman mereka tentang "cinta" dan apa-apa yang tumbuh dari cinta itu, dari hubungan antara laki-laki dan perempuan.

Dimana mereka beranggapan bahwa cinta itu suatu maksiat, karena sesungguhnya dia memahami cinta itu dari apa-apa yang dia lihat dari lelaki-lelaki rusak dan perempuan-perempuan rusak yang diantara mereka menegakkan hubungan yang tidak disyariatkan.

Mereka saling duduk, bermalam, saling bercanda, saling menari dan minum-minum, bahkan sampai mereka berzina di bawah semboyan cinta. Mereka mengira bahwa 'cinta' tidak ada lain kecuali yang demikian itu. Padahal sebenarnya tidak begitu, tetapi justru sebaliknya.

Sesungguhnya kecenderungan seorang lelaki pada wanita dan kecenderungan wanita pada lelaki itu merupakan syahwat dari syahwat-syahwat yang telah Allah hiaskan pada manusia dalam masalah cinta. Artinya Allah menjadikan di dalam syahwat apa-apa yang menyebabkan hati laki-laki itu cenderung pada wanita.

Sebagaimana firman Allah SWT : "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak.." (QS. Ali-'Imran : 14)

Allah-lah yang menghiasi bagi manusia untuk cinta pada syahwat ini, maka manusia mencintainya dengan cinta yang besar dan sungguh telah tersebut dalam hadits bahwa Rasulullah bersabda : "Diberi rasa cinta padaku dari dunia kalian : wanita dan wangi-wangian dan dijadikan penyejuk mataku dalam sholat" (HR. Ahmad, Nasa'i, Hakim dan Baihaqi).

Andaikan tidak ada rasa cinta lelaki pada wanita atau sebaliknya, maka tidak ada pernikahan, tidak ada keturunan dan tidak ada keluarga. Namun, Allah SWT tidaklah menjadikan lelaki cinta pada wanita atau sebaliknya supaya menumbuhkan diantara keduanya hubungan yang diharamkan, tetapi untuk menegakkan hukum-hukum yang disyari'atkan dalam bersuami isteri, sebagaimana tercantum dalam hadits Ibnu Majah, dari Abdullah bin Abbas r.a berkata : telah bersabda Rasulullah : "Tidak terlihat dua orang yang saling mencintai, seperti pernikahan"

Dan agar orang-orang Islam menjauhi jalan-jalan yang rusak atau keji, maka Allah telah menyuruh yang pertama kali agar menundukan pandangan, karena 'pandangan' itu kuncinya hati, dan Allah telah haramkan semua sebab-sebab yang mengantarkan pada fitnah, dan kekejian, seperti berduaan dengan orang yang bukan mahramnya, bersenggolan, bersalaman, berciuman antara lelaki dan wanita, karena perkara ini dapat menyebabkan condongnya hati. Maka bila hati telah condong, dia akan sulit sekali menahan jiwa setelah itu, kecuali yang dirahmati Allah SWT.

Bahwa Allah tidak akan menyiksa manusia dalam kecenderungan hatinya. Akan tetapi manusia akan disiksa dengan sebab jika kecenderungan itu diikuti dengan amalan-amalan yang diharamkan.

Contohnya : apabila lelaki dan wanita saling pandang memandang atau berduaan atau duduk cerita panjang lebar, lalu cenderunglah hati keduanya dan satu sama lainnya saling mencinta, maka kecondongan ini tidak akan menyebabkan keduanya disiksanya, karena hal itu berkaitan dengan hati, sedang manusia tidak bisa untuk menguasai hatinya. Akan tetapi, keduanya diazab karena apa yang dia lakukan. Dan karena keduanya melakukan sebab-sebab yang menyampaikan pada 'cinta', seperti perkara yang telah kami sebutkan. Dan keduanya akan dimintai pertanggungjawaban, dan akan disiksa juga dari setiap keharaman yang dia perbuat setelah itu.

Adapun cinta yang murni yang dijaga kehormatannya, maka tidak ada dosa padanya, bahkan telah disebutkan oleh sebagian ulama seperti Imam Suyuthi, bahwa orang yang mencintai seseorang lalu menjaga kehormatan dirinya dan dia menyembunyikan cintanya maka dia diberi pahala, sebagaimana akan dijelaskan dalam ucapan kami dalam bab 'Rindu'.

Dan dalam keadaan yang mutlak, sesungguhnya yang paling selamat yaitu menjauhi semua sebab-sebab yang menjerumuskan hati dalam persekutuan cinta dan mengantarkan pada bahaya-bahaya yang banyak, namun.. sangat sedikit mereka yang selamat.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Rindu (Al-'Isyq).

Rindu itu ialah cinta yang berlebihan, dan ada rindu yang disertai dengan menjaga diri dan ada juga yang diikuti dengan kerendahan. Maka rindu tersebut bukanlah hal yang tercela dan keji secara mutlak. Tetapi bisa jadi orang yang rindu itu, rindunya disertai dengan menjaga diri dan kesucian dan kadang-kadang ada rindu itu disertai kerendahan dan kehinaan.

Sebagaimana telah disebutkan, dalam ucapan kami tentang cinta maka rindu juga seperti itu, termasuk amalan hati, yang orang tidak mampu menguasainya. Tapi manusia akan dihisab atas sebab-sebab yang diharamkan dan atas hasil-hasilnya yang haram.

Adapun rindu yang disertai dengan menjaga diri padanya dan menyembunyikannya dari orang-orang, maka padanya pahala, bahkan Ath-Thohawi menukil dalam kitab Haasyi'ah Marakil Falah dari Imam Suyuthi yang mengatakan bahwa termasuk dari golongan syuhada di akhirat ialah orang-orang yang mati dalam kerinduan dengan tetap menjaga kehormatan diri dan disembunyikan dari orang-orang meskipun kerinduan itu timbul dari perkara yang haram sebagaimana pembahasan dalam masalah cinta.

Makna ucapan Suyuthi adalah orang-orang yang memendam kerinduan baik laki-laki maupun perempuan, dengan tetap menjaga kehormatan dan menyembunyikan kerinduannya sebab dia tidak mampu untuk mendapatkan apa yang dirindukannya dan bersabar atasnya sampai mati karena kerinduan tersebut maka dia mendapatkan pahala syahid di akhirat.

Hal ini tidak aneh jika di fahami kesabaran orang ini dalam kerinduan bukan dalam kefajiran yang mengikuti syahwat dan dia bukan orang yang rendah yang melecehkan kehormatan manusia bahkan dia adalah seorang yang sabar, menjaga diri meskipun dalam hatinya ada kekuatan dan ada keterkaitan dengan yang dirindui, dia tahan kekerasan jiwanya, dia ikat anggota badannya sebab ini di bawah kekuasaannya.

Adapun hatinya dia tidak bisa menguasai maka dia bersabar atasnya dengan sikap afaf (menjaga diri) dan menyembunyikan kerinduannya sehingga dengan itu dia mendapat pahala.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Cemburu (Al-Ghairah).

Cemburu ialah kebencian seseorang untuk disamai dengan orang lain dalam hak-haknya, dan itu merupakan salah satu akibat dari buah cinta. Maka tidak ada cemburu kecuali bagi orang yang mencintai. Dan cemburu itu termasuk sifat yang baik dan bagian yang mulia, baik pada laki-laki atau wanita.

Ketika seorang wanita cemburu maka dia akan sangat marah ketika suaminya tidak setia dan ini fitrah padanya. Sebab perempuan tidak akan menerima ketidak setiaan karena kecemburuannya pada suami, dia senang bila diutamakan, sebab dia mencintai suaminya. Jika dia tidak mencintai suaminya, dia tidak akan peduli.

Adapun kecemburuan seorang laki-laki pada keluarganya dan kehormatannya, maka hal tersebut 'dituntut dan wajib' baginya karena termasuk kewajiban seorang laki-laki untuk cemburu pada kehormatannya dan kemuliaannya.

Dan dengan adanya kecemburuan ini, akan menolak adanya kemungkaran di keluarganya. Adapun contoh kecemburuan dia pada isteri dan anak-anaknya, yaitu dengan cara tidak rela kalau mereka telanjang dan membuka tabir di depan laki-laki yang bukan mahramnya, bercanda bersama mereka, hingga seolah-olah laki-laki itu saudaranya atau anak-anaknya.

Anehnya bahwa kecemburuan seperti ini, di jaman kita sekarang dianggap ekstrim-fanatik, dan lain-lain. Akan tetapi akan hilang keheranan itu ketika kita sebutkan bahwa manusia di jaman kita sekarang ini telah hidup dengan adat barat yang jelek.

Dan maklum bahwa masyarakat barat umumnya tidak mengenal makna aib, kehormatan dan tidak kenal kemuliaan, karena serba boleh (permisivisme), mengumbar hawa nafsu kebebasan saja. Maka orang-orang yang mengagumi pada akhlaq-akhlaq barat ini tidak mau memperhatikan pada akhlaq Islam yang dibangun atas dasar penjagaan kehormatan, kemuliaan dan keutamaan.

Sesungguhnya Rasulullah SAW telah mensifati seorang laki-laki yang tidak cemburu pada keluarganya dengan sifat-sifat yang jelek, yaitu 'Dayyuuts'. Sungguh ada dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabraani dari Amar bin Yasir r.a, serta dari Al-Hakim, Ahmad dan Baihaqi dari Abdullah bin Amr r.a, dari Rasulullah bahwa :

"Ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga yaitu peminum khamr, pendurhaka orang tua dan dayyuts. Kemudian Nabi menjelaskan tentang dayyuts, yaitu orang yang membiarkan keluarganya dalam kekejian atau kerusakan, dan keharaman".

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

"Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu" (QS. Al-Baqarah 2 : 45).

Maha Suci Engkau ya Allah, Tuhan Segala Kemuliaan. Curahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, juga kepada para keluarga dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta Alam. Amiin.

Wallahu'alam bishshawab,

Wabilahi Taufik Wal Hidayah,

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Sumber :

http://raisahakim.com/arti-cinta-rindu-dan-cemburu-dalam-islam/