KCB (Ketika Cinta Berlebay)
Ketika Cinta Berlebay part I
Kairo, 29/08/2010
PMIK yang selalu ramai akan kujungan orang, mengingatkanku pada sekuntum memory yang sudah lama aku kubur dalam-dalam di pekuburan hatiku yang pilu. Bagiku bad memory tak perlu di kenang, hanya rasa nyeri dan pedih yang akan datang menerjang.
"Maaf mbak, Kantor PMIK di mana ya?" Tanya seorang laki-laki kepadaku.
Aku hanya diam terpaku, menunduk lesu, tatapanku pilu, tak mampu lidah ini menguraikan kata-kata, bak patung Cleopatra yang sedari pagi hingga malam berdiri dengan tegap menunggu datangnya sang rembulan yang akan memperlihatkan terangnya cinta kepadaku.
"Maaf mbak, Kantor PMIK di mana ya?" Tanyanya ulang.
Ahh..suara itu, wajah itu, wajah yang sangat familiar menurutku, ya..suara itu, aku sangat mengenalnya, suara berat pun serak-serak basah mengingatkanku akan seseorang yang pernah mengisi hari-hariku.
ketika senyum ini tak lagi merekah bak sekuntum mawar yang sedang bercumbu mesra dengan sang kumbang yang gagah, bukan hanya itu, ia juga mampu merubah hidupku yang hampir terjatuh kedalam jurang kenistaan yang laknat lagi curam muram,.
Ahh..Rizqi Permana seandainya kamu masih disini, seandainya kamu tidak pergi meninggalkanku sebatang kara disini, mungkin saat ini kita bisa merangkai bunga-bunga cinta yang indah, menerobos dinding awan yang selalu tersenyum melihat tingkah lucu kita, mengukir nama kita di daun pintu syurga, sebagai bukti bahwa cinta kita pernah bersemi diatas sana.
"Maaf mbak, Kantor PMIK di mana ya?" Tanyanya ketiga kalinya kepadaku.
"Ahh…laki-laki ini membuyarkanku dari lamunan saja" Bisikku dalam hati.
"Ooo..ka..kantor PMIK, kalau tidak salah di lantai IV" Jawabku dengan terbata-bata.
"Ooo..syukron ya mbak" Ujarnya kepadaku.
"Iya 'afwan" Jawabku menimpali.
Komunikasi yang sangat pendek menurutku, setidaknya pertemuan yang sangat singkat ini mampu mengobati rasa rinduku padamu Rizqi Permana, yang semakin hari semakin mengharu biru.
pertemuan ini, selain mampu mengobati rasa rinduku padanya juga mampu mengingatkanku akan sad memory yang tercipta setahun silam, di Kairo international airport, di saat aku mengantar kepulangannya ke Indonesia dengan linangan air mata darah.
"Sesampai di Indonesia, aku beserta keluargaku akan sillaturrahim ke rumahmu untuk meminangmu Adellia, setelah acara lamaran, aku akan segera mencari tanggal yang baik buat acara pertunangan kita, sebulan selanjutnya kita berdua akan menikah, resmi menjadi suami istri, kamu halal bagiku dan aku halal bagimu" itu adalah sebuah janji yang terucap dari lisan Rizqi Permana berusaha menenangkanku saat itu.
Menurutku janji-janji yang terlontar dari lisannya hanya janji palsu belaka, karena sesampai di Indonesia, sms, dan tlp darinya tak kunjung datang, sehari, dua hari, tiga hari sms darinya tak kunjung menghampiriku, penantianku serasa sia-sia belaka, sebulan kemudian, aku mendapatkan kabar burung yang tak kuasa aku mendengarnya, kabar itu serasa mampu merobek-robek hatiku, menghancurkan kepingan kepingan hatiku yang paling dalam, hatiku sakit sekali, remuk redam bak di hantam gondam.
Dia telah menikah dengan wanita lain, sejak saat itu kepercayaanku kepada laki-laki mulai luntur, menurutku laki-laki adalah makhluk yang hanya bisa mengumbar kata-kata manis yang tak pernah ada realisasinya, janjinya hanya semu belaka, laki-laki tak ubahnya Keong Racun yang menyebarkan racun cintanya ke seluruh penghuni dunia, laki-laki bak Anjing Kampung yang pekerjaan sehari-harinya hanya menjilati tulang belulang saja.
"Ya Robb, kenapa jalan cintaku seperti ini, tidak pantaskah aku mendapatkan cinta sejati dambaan sejuta umat penghuni alam semestamu ini, kenapa dia sampai hati menghianati tulusnya cintaku, kenapa dia sampai hati mempermainkan perasaanku, begitu hinakah hamba di hadapanMu, sehingga makhluk ciptaanMu yang bernama laki-laki itu sampai hati mencabik-cabik bongkahan hatiku yang paling sunyi?" sejuta pertanyaan terlintas dalam benakku.
"Hiks,hiks" aku menangis seorang diri, menangisi buruk nasibku, yang tengah menimpahku.
"Rizqi Permanaaaaaaaa!!" panggilku dalam hati diiringi tangis menggelegar, kali ini, aku tak kuasa membendung buiran air mata yang sedari tadi ingin membobol kelopak korneaku.
"Kenapa kamu memasuki relung-relung hatiku yang paling suci ini, dan kenapa kau ciptakan luka di hatiku ini, luka yang hingga kini tak mampu terobati?" pertanyaanku semakin ngawur saja.
Ahh.. itu pertanyaan dan sikap yang childish sekali menurutku.
" mungkin Robbku mempunyai rencana lain di balik semua ini," ucapku membatin berusaha menenangkan diri, ya.. rencana hebat yang tak mampu di terawang oleh kaca mata kemanusiaan yang kerdil seperti aku, karena pada dasarnya manusia tak terlepas dari sifat ketidak tahuannya, wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamuun.
Ya..manusia hanya mampu berencana tapi Tuhan juahlah yang menentukan, tugas manusia hanya berikhtiyar, tapi ikhtiyarku ini, ikhtiyar yang salah kaprah, karena aku merealisasikan rasa cintaku kepada sesama makhluk dengan cara PACARAN.
Terkadang kejelekan yang terbiasa dilakukan akan menjadi lumrah, dan kebaikan yang tidak pernah di lakukan akan menjadi sesuatu hal yang tabu memang, padahal jelas-jelas di larang oleh syari'ah, mungkin ini adalah bentuk hukuman dari sang pencipta atas dosa-dosaku yang tak bisa menjaga pandangan sekaligus mengendalikan hati yang dikaruniakanNYA untukku, atau hanya cobaan belaka supaya aku lebih bisa bersabar untuk menjalani pahit getirnya hidup, dan lebih dewasa dalam menyikapi keaneka ragaman hidup yang penuh terjal ini.
Seharusnya aku lebih memprioritaskan cintaku pada sang Khalik Tuhanku, bukan pada makhlukNYA, karena cinta sang Khalik pada makhlukNYA tak akan pernah pudar pun punah, tak mengenal kata putus hubungan, abadi sepanjang masa, karena sang Khalik mempunyai 99 nama yang masyhur dengan sebutan Al-asma' Al-husna, yang di antaranya adalah Ar-rahman Ar-rahim. .
Dengan sifat Ar-rahman dan Ar-rahimNYA, membuat ruh dan jasmani kita selalu, senantiasa merasa tenang dan damai akan kasih sayangNYA yang hangat, bisa merasakan indahnya dunia dengan segala perbedaan-perbedaan yang ada di antara makhluknya, semua ini tak terlepas dari sifat Ar-rahman dan Ar-rahimNYA, fabiayyi alaai robbikuma tukadziban?
"Ya Robb, Akankah maafMU datang menghampiriku, Akankah pintu taubat kau bukakan untukku, seorang hamba yang lupa akan kasih sayangmu, yang acuh akan nikmatmu, lalai akan perintahmu??" bisikku membatin diiringi isak tangis penuh penyesalan.
"Ya Robb, wa'fu 'anna waghfirlana warhamna, wa'fu 'anna waghfirlana warhamna, wa'fu 'anna waghfirlana warhamna, warhamna, warhamna, warhamna anta maulana fanshurna 'alal qoumil kafirin, wala haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim!!" tangisku kian menggelagar saat mengucapkan kalimat ini sembari menengadahkan kedua tanganku, tak kuasa aku menurunkan tangan yang berlumuran dosa ini, ya Robb betapa hina dan nistanya hambamu yang satu ini.
Bersambung…
PMIK : Perpustakaan Mahasiswa Indonesia Kairo.
Syukron : trimakasih.
''afwan : kembali kasih
Sad memory : kenangan yang menyedihkan.
Bad memory : kenangan pahit.
Silaturrahim : upaya mempererat hubungan tali persaudaraan sesama muslim.
Childhish : kekanak-kanakan.
Wallahu ya'lamu wa antum la ta'lamun : Al-baqarah :216.
Ar-rahman Ar-rahim : kasih sayang (Asmaullahilhusna fil qur'anil karim wassunnah al-nabawiyyah, karangan Ust . Dr. Faruq Hamadah ).
Fabiayyi alaai robbikuma tukadziban : Qs Al-rahman.
Wa'fu 'anna waghfirlana : Al-baqarah : 286.
By: Cus_n@


