Senin, 17 Mei 2010

Bersyukur


Quote sebagian lyrics :

sujudku pun takkan memuaskan inginku..'tuk hanturkan* sembah sedalam kalbu..adapun kusembahkan syukur padamu ya Allah..untuk nama,harta dan keluarga yang mencinta..dan perjalanan yang sejauh ini tertempa..Alhamdulillah pilihan dan kesempatan yang membuat hamba mengerti lebih baik makna diri..semua lebih berarti akan mudah dihayati..Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah....

Apakah makna dari Alhamdulillah?

Adalah segala puji hanya bagi Allah. Alhamdulillah diucapkan tatkala kita merasakan nikmat Allah sebagai wujud syukur. Tentu saja ketika kita mensyukuri nikmat Allah maka Allah akan menambahkan nikmat-Nya untuk kita, seperti yang Allah janjikan dalam Surat Ibrahim, QS. 14:7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ ﴿٧﴾

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema'lumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

(Ibrahim, QS. 14:7)

Rasul pernah bersabda bahwasanya barang siapa yang mengucap Laa illaha illallah maka dia akan mendapatkan 10 kebaikan, barangsiapa yang mengucap subhanallah maka ia akan mendapatkan 20 kebaikan, dan barangsiapa yang mengucap Alhamdulillah maka dia akan mendapatkan 30 kebaikan dari Allah.

Alhamdulillah adalah kalimat tasyakur yang diucapkan oleh seorang hamba yang pandai bersyukur. Namun yang harus diperhatikan disini adalah bersyukur atas kebaikan, bukan bersyukur atas penderitaan orang lain. Seorang yang mulia di sisi Allah, dia akan bersyukur dan merasakan kebahagiaan tatkala melihat orang lain mendapatkan kebahagiaan dan dia akan merasa sedih ketika melihat orang lain ditimpa musibah/kesusahan. Dia akan senantiasa mendoakan kebaikan untuk orang lain dan bukan keburukan. Dia membuang jauh-jauh perasaan iri dan dengki yang hanya mengotori hatinya. Seorang yang berhasil berbuat jahat, bermaksiat, bahkan menipu orang lain, kemudian berucap Alhamdulillah sebagi wujud syukur karena apa yang ia inginkan berhasil, niscaya dia akan mendapatkan murka Allah karena telah mempermainkan Asma Allah dan juga telah memndzolimi orang lain. Sungguh suatu kebaikan tidak akan bercampur dengan keburukan.

Subhanallah, yang bermakna Maha Suci Allah, adalah sebuah kalimat tasbih yang diucapkan seorang muslim tatkala melihat sesuatu yang menakjubkan sehingga menyadarkan dirinya bahwa itu adalah bagian dari kebesaran Allah.

Tahapan bersyukur seorang muslim ada 3, yaitu :

· Bersyukur dengan hati, yaitu meyakini dalam hati akan nikmat Allah

· Bersyukur dengan lisan, yaitu merangkai ucapan Alhamdulillah sebagai pembenaran atas apa yang diyakini dalam hati

· Bersyukur dengan semua anggota badan untuk beribadah kepada Allah, mensyukuri nikmat mata untuk melihat segala kebaikan, mensyukuri nikmat telinga untuk mendengarkan kebaikan, mensyukuri nikmat kaki untuk dilangkahkan menuju kebaikan mengharap ridho Allah

Diriwayatkan Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bengkak kakinya karena shalat sebagai wujud syukur kepada Allah. Betapa rasul telah mencontohkan kita agar pandai menjadi orang yang bersyukur. Janganlah kita mengingat Allah hanya ketika ditimpa kesusahan dan kemudian melupakan Allah ketika diakrunia kesenangan. Maka orang yang demikian adalah ciri orang yang tidak bersyukur yang akan dibenci dan dimurkai Allah, sehingga Allah mencabut keberkahan dari kebahagiaan yang dimilikinya, mengambil kenikmatannya, dan memberikan musibah kepadanya berupa banjir, kecelakaan, keluarga yang meninggal, dan musibah yang lainnya sebagai pelajaran atas ketidakbersyukurannya atas nikmat Allah. Naudzubillah, semoga kita bukan termasuk sebagai orang yang kufur atas nikmat Allah. Amin

Siap untuk senantiasa bersyukur kepada Allah? Insya Allah..semoga syukur kita bisa membuka jalan keberkahan dan keridhoan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

12 Barisan di Alam Padang Mahsyar oleh Rasulullah SAW


Suatu ketika, Muaz bin Jabal r. a menghadap Rasullullah s. a. w dan bertanya: “Wahai Rasullullah, tolong huraikan kepadaku mengenai firman Allah saw: “Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris” -(Surah an-Naba’:18) Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis hingga basah pakaiannya. Lalu Baginda menjawab:”Wahai Muaz, engkau telah bertanyakan kepada aku, perkara yang amat besar, bahawa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri. Maka dinyatakan apakah 12 barisan berkenanaan iaitu:


BARISAN PERTAMA Diiringi dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: ” Mereka itu adalah orang-orang yang ketika hidupnya menyakiti hati jirannya, maka ini balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.

BARISAN KEDUA Diiringi dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah yang maha pengasih: “Mereka itu adalah orang yang ketika hidupnya meringankan solat, maka inilah balasannya, dan tempat kembalinya adalah neraka.

BARISAN KETIGA Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Meraka ini adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka..

BARISAN KEEMPAT Diiringi dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka. “Mereka ini adalah orang yang berdusta didalam jual beli, maka inilah balasannya, dan tempat mereka adalah neraka..

BARISAN KELIMA Diiringi dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah s. a. w menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka ini adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui manusia, tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah s. a. w, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.

BARISAN KEENAM Diiringi dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.

BARISAN KETUJUH Diiringi dari kubur tanpa mempunyai lidah dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Meraka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.

BARISAN KELAPAN Diiringi dari kubur dalam keadaan terbalik degan kepala kebawah dan kaki keatas. ” Meraka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.. “BARISAN KESEMBILAN Diiringi dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru , sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. ” Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara haram, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.

BARISAN KESEPULUH Diiringi dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang derhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka..

BARISAN KESEBELAS Diiringi dari kubur mereka dengan berkeadaan buta, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai kedada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai keperut, dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka

BARISAN KEDUA BELAS Mereka diiringi dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka, datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal soleh dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan derhaka, mereka memelihara solat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka bertaubat, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang, dan keredhaan Allah yang maha pengasih.

LOVE

Quote sebagian lyrics :

Aku memang pencinta wanita tapi ku bukan buaya..yang setia pada seribu gadis..ku hanya mencintai dia

C i n t a…

sebuah kata yang tersusun atas 5 huruf namun memiliki dampak yang dahsyat yang bisa mengantarkan kita kepada kemuliaan di sisi Allah dan sebaliknya bisa juga mencelakakan kita jika tidak benar mensikapinya. Ibnu Qayyim mengkategorikan istilah tentang cinta ke dalam lebih dari 50 istilah. Tiga (3) di antaranya adalah :

1. Al-mahabah

Adalah luapan perasaan yang timbul pada seseorang untuk selalu berdekatan dengan yang dicintai. Salah satu cirinya adalah dengan sering menyebut nama yang dicintai. Mahabatullah adalah cinta kepada Allah, cirinya adalah sering dzikrullah yaitu dengan mengingat, menyebut, dan memuja asma-Nya. Inilah cinta yang dianjurkan, cinta yang mebawa kita kepada kebahagian dan keselamatan dunia dan akhirat

2. Al-hawa

Adalah hasrat atau keinginan terhadap pasangan yang dicintai, lebih kepada konotasi negatif sehingga bisa menggelincirkan manusia, membawa kepada kehinaan di mata Allah.

3. Al-isykur

Adalah perasaan yang memuncak sehingga mampu membuat orang rela berkorban untuk yang dicintai, rela mengorbankan harta benda dan bahkan nyawa. Contohnya adalah cintanya mujahid yang membela agamanya.

Mengenai lelaki sebagai “pencinta wanita”, rasul telah memberikan nasehat untuk lelaki shaleh yang ingin menikah, maka nikahilah wanita-wanita yang baik bagimu, sebaik-baik wanita bagimu adalah wanita yang jika engkau memandangnya akan semakin sayang, karena senyumnya yang menyejukkan, karena keindahan akhlaknya, karena kesantunan lisannya, dan ketika kau menyuruhnya tidak membantah selalu siap menjalankan tugasnya, ketika ditinggalkan di rumah, ia tampil sebagai wanita yang pandai menjaga harta dan kehormatan diri, pandai menjaga amanah.

Seorang istri yang keluar rumah tanpa mendapatkan ijin dari suami maka akan dilaknat oleh para malaikat. Seorang istri yang berdandan untuk suaminya akan mendatangkan pahala baginya, jika dandanannya kepada selain suaminya maka akan mendatangkan fitnah.

Bagaimana untuk bisa mengenal calon suami/istri sementara di islam tidak diizinkan untuk pacaran?

Islam memang melarang pacaran, namun islam memperbolehkan mengenal (taaruf).

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ ﴿١٣﴾

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al-Hujurat, QS. 49:13)

Caranya adalah dengan mengenal kemudian silaturahim, bukan hanya berduaan (khalwat), bisa juga melalui perantara saudara maupun sahabat yang amanah dan jujur, tidak mengada-ada. Selanjutnya adalah khitbah (lamaran) seorang yang telah dikenal dan dicintai. Yang boleh dilihat sebelum menikah adalah bagian muka dan telapak tangan. Sesungguhnya wanita mulia adalah yang bisa menjaga kehormatannya dengan tidak membiarkan dirinya disentuh oleh laki-laki yang bukan mahramnya.

Tips batasan dalam mencintai :

· Dalam mencintai makhluk jangan sampai mengalahkan cinta kita kepada Allah dan rasul-Nya. Jika cinta kepada makhluk melebihi cinta kepada Sang Pemberi Cinta itu sudah termasuk ke dalam syirik dalam hal cinta. Cintailah seseorang karena agama dan keindahan akhlaknya. Mulailah memberanikan diri untuk mengucapkan dan meyakini “aku mencintai karena ada kebaikan agama dalam dirimu. Jika agama dalam dirimu hilang, maka hilang pulalah cintaku”

· Awali dengan cinta karena Allah. Karena cinta yang diawali karena Allah niscaya akan kekal dan abadi, tidak akan sirna dimakan masa

· Cinta tidak harus dibuktikan dengan sentuhan fisik (jika belum menikah), namun bukti adalah dengan kasih sayang dan pengorbanan. Jangan sampai kita korbankan keyakinan dan aqidah untuk cinta yang semu

Semoga dengan cinta membuat kita mulia di mata Allah. Amin..

Siap untuk mencintai karena Allah? Insya Allah..

Kebencian

By: agussyafii

Sehabis sholat maghrib. Di masjid saya bertemu seorang anak muda yang marah berat ketika laptopnya diambil pencuri. Dia mengajak saya mencari pencuri tersebut. Setelah bercerita panjang lebar, ingin mencelakakan pencuri laptopnya.

sampai ada sesepuh masjid yang mengatakan padanya, 'Siapa gurumu yang mengajarkan dirimu untuk mencintai laptopmu itu sehingga begitu sangat membenci berlebihan pada pencuri itu sampai ingin mencelakakannya? padahal dia juga hamba Allah? Bukankah gurumu yang telah mengajarkan kebencian itulah yang sepatutnya dipidana?' Pemuda itu tak menjawab dan pergi begitu saja meninggalkan masjid tanpa permisi.

Pelajaran yang kita bisa dari cerita diatas adalah ketika kita kehilangan sesuatu yang kita cintai, entah benda atau yang lainnya, sepatutnya tidak membuat kita membenci secara berlebihan kepada orang lain sehingga kita tidak bisa berlaku adil. Berlakulah secara proporsial, bencilah secara proporsional agar hati kita tidak diliputi kebencian yang berlebihan justru membuat hati kita kotor dan melupakan bahwa setiap peristiwa selalu ada hikmahnya yang makin meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

--
Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa.' (QS Al-Maidah, 5:8).

Laa Taghdzab...! ( Jangan Marah )

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah” (HR. Bukhari).

Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia”. Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring”(HR. Ahmad, Shohih). Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam“Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka”. Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan” (HR. Thobrani, Shohih)
“Berilah saya nasihat” Beliau dan mengatakan, Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahulloh juga mengatakan, “Bukanlah maksud beliau adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik. Sesungguhnya kemarahan adalah bara api yang dilemparkan oleh syaithan ke dalam lubuk hati bani Adam. Oleh sebab itulah anda bisa melihat kalau orang sedang marah maka kedua matanya pun menjadi merah dan urat lehernya menonjol dan menegang. Bahkan terkadang rambutnya ikut rontok dan berjatuhan akibat luapan marah. Dan berbagai hal lain yang tidak terpuji timbul di belakangnya. Sehingga terkadang pelakunya merasa sangat menyesal atas perbuatan yang telah dia lakukan”.

Tips menanggulangi kemarahan

Syaikh Wahiid Baali hafizhohulloh menyebutkan beberapa tips untuk menanggulangi marah. Diantaranya ialah :
(1) Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim”.
(2) Mengingat besarnya pahala orang yang bisa menahan luapan marahnya
(3) Mengambil sikap diam, tidak berbicara
(4) Duduk atau berbaring
(5) Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila sedang dalam keadaan marah
(6) Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau memaafkan kesalahan orang yang bodoh
(7) Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian, tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua termasuk perangai orang-orang bodoh.
Syaikh As Sa’di rohimahulloh mengatakan, “Sebaik-baik orang ialah yang keinginannya tunduk mengikuti ajaran Rasul shollallohu ‘alaihi wa sallam, yang menjadikan murka dan pembelaannya dilakukan demi mempertahankan kebenaran dari rongrongan kebatilan. Sedangkan sejelek-jelek orang ialah yang suka melampiaskan hawa nafsu dan kemarahannya. Laa haula wa laa quwwata illa billaah” (lihat Durrah Salafiyah).

dari buletin at-Tauhid ditulis oleh : Abu Mushlih Ari Wahyudi

Kekayaan HAti

By: agussyafii

Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati. (Bukhari - Muslim) .

Hadist diatas menyiratkan bahwa kekayaan bukan pada harta benda namun pada kekayaan hati. Betapa indah dan mulianya bila hati penuh kekayaan yang berwujud cinta kasih dan senyuman pada sesama sehingga tidak ada ruang untuk membenci dan menyakiti siapapun.

Siapa yang tidak ingin tampil menawan? Seburuk apapun kita berusaha untuk bisa tampil mempesona namun pesona tubuh dan wajah tidak pernah abadi. Seiring waktu fisik kita makin melemah dan wajah tampak tidak lagi menawan. Hanya kecantikan batin yang bisa abadi. Itulah hati yang terindah tampil penuh pesona.

Kekayaan hati bisa diperoleh siapapun. Tidak peduli apapun kedudukannya, wajahnya ganteng atau jelek. Bila seseorang memiliki hati yang indah dan mulia dari dalam bisa memancar keluar menebarkan cinta kasih dan senyuman pada sesama sehingga dimanapun kita berada, kita memberikan rasa damai kepada siapapun yang berada disisi kita. Itulah makna kekayaan hati.


Mengolah Kebencian Menjadi Cinta

By: agussyafii

Disaat kehidupan penuh kebahagiaan, tiba-tiba dihempas oleh peristiwa yang mengejutkan. Kita kehilangan orang yang kita cintai atau kehilangan kedudukan, mungkin jabatan. Tanpa kita sadari kemudian kita mencari kambing hitam. Mencari seseorang yang patut kita persalahkan. Kebencian menjadi nyata. Kemarahan tak terelakkan. Dendam menjadi menguat dalam hati.

Tapi pernah kita menyadari bahwa peristiwa itu sesungguhnya telah mengantarkan jiwa ke pintu gerbang kemuliaan. Dengan melalui berbagai penderitaan, ujian, kecemasan dan kesedihan sesungguhnya Allah telah meletakkan diri kita sebagai kekasihNya. Kekasih yang memahami makna cinta. Kita sebagi wujud wakil diriNya, penyebar cinta dan kasih sayang. Perwujudan dari sifat Rahman dan RahimNya. Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Kebencian pada dasarnya wujud manusiawi pada diri kita ketika kita sedang ditimpa ujian dan penderitaan karena kita memang merasa perlu mencari orang lain yang dipersalahkan. Membiarkan diri penuh kebencian di dalam hidup justru menambah penderitaan dengan derita. menyiram luka dengan air garam. Menambah perih dengan keperihan yang lebih dalam. Air mata menetes tanpa muara.

Mengolah kebencian menjadi cinta, kita maknai bahwa setiap peristiwa apapun yang terjadi pada diri kita adalah sebagai perwujudan kita sebagai seorang Mukmin. Nabi Muhammad menyebutkan sebagai sesuatu yang menakjubkan pada diri seorang mukmin sebab peristiwa apapun yang terjadi pada dirinya semuanya terasa indah. Mendapatkan nikmat dirinya bersyukur, mendapatkan musibah dirinya bersabar.

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Bila mendapatkan nikmat, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Bila mendapatkan cobaan, ia bersabar dan sabar itu baik baginya. (HR. Muslim).

Tidak ada kebencian. Tidak ada kemarahan. Tidak ada dendam karena seorang mukmin menyakini bahwa semua itu wujud kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bila kita tahu semua itu adalah wujud kasih sayang Allah, lantas kenapa kita harus membenci makhluknya? Itulah cinta kita sebagai wujud kasih sayang Allah kepada diri kita.

Cermin Adalah HAti

By: agussyafii

Pagi-pagi sekali istri saya sudah sibuk me-lap cermin. Saya bertanya padanya, 'ngapain sih tiap hari cerminnya harus dibersihkan?' Katanya, Kalo tidak dibersihkan tiap hari cerminnya kotor dan gelap jadi nggak kelihatan ganteng deh ayah..'

Cermin tak ubahnya seperti hati. Cermin memiliki karakter dan refleksi yang sama apa saja yang ada di depannya. namun cermin tidaklah sempurna memantulkan gambar atau wajah dengan baik bila cerminnya kotor dan menjadi gelap.

Membersihkan cermin sama dengan membersihkan hati seolah menjadi tugas kita setiap hari tanpa henti. Tidak mengenal hari libur atau bersantai, sekali hati kita kotor maka seluruh tubuh kita menjadi kotor dan gelap. Sepanjang tarikan napas kita dengan segala keyakinan yang kita miliki senantiasa berupaya membenahi diri agar senantiasa hidup kita menkadi berarti. Semua yang dilakukan demi mendapatkan gambar dan wajah secara sempurna itulah hati. hati hanya bisa dibersihkan oleh 'Sang Maha Pemilik Hati.'

Bila pikiran kita adalah wuju cipta sedangkan hati adalah rasa. Maka yang bisa kita lakukan hanya berserah diri dalam keheningan cipta. Kemudian kita memohon kepadaNya Sang Maha Pemilik Hati agar berkenan membimbing hati kita dan berkenan membersihkan hati kita dari segala kotoran. Begitulah cara kita membersihkan hati.

'Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah. jika segumpal darah tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya, adapun jika segumpal darah tersebut rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuhnya, ketahuilah segumpal darah tersebut adalah hati.' (HR. Bukhari & Muslim).

Keajaiban Disaat kehilangan Harapan

By: agussyafii

Jumat malam di Rumah Amalia kedatangan seorang bapak bersama anak dan istrinya. Kehadirannya di Rumah Amalia biasanya sekali waktu mampir untuk berbagi rizki untuk anak-anak Amalia. Kebahagiaan dimalam hari memberikan warna hidup lebih cerah. Menurutnya shodaqoh itu seperti keajaiban dalam hidupnya.

Pernah beliau mengalami putrinya yang berusia dua tahun tiba-tiba sakit keras. Suhu badannya panas meninggi. Tubuhnya sempat kejang-kejang. Sampai akhirnya bergegas menuju Rumah Sakit Umum di Jakarta. Setelah diperiksa ternyata putrinya harus dioperasi tetapi harus terlebih dahulu hasil 'check up.' Karuan saja sebagai seorang bapak yang bertanggungjawab terhadap keluarganya membuatnya panik. Tentunya fisik yang lemah tidak mungkin untuk operasi.

'Saya hanya bisa memohon kepada Allah agar putri saya bisa selamat dan tidak perlu untuk operasi sampai saya berjanji bila anak saya sembuh akan lebih giat lagi untuk bershodaqoh.'

Disaat beliau sedang panik dan tidak hentinya memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala seorang dokter muda menghampiri beliau dan mengatakan bahwa hasil 'check up'nya putrinya tidak perlu dioperasi. Beliau ternganga takjub. Bersyukur kepada Allah. Air matanya mengalir begitu saja tanpa terasa. Tangisannya sampai terdengar. Disaat dirinya tidak lagi berharap, Allah melimpahkan karuniaNya yang begitu besar.

Jumat malam beliau memenuhi janjinya untuk berbagi rizki untuk anak-anak Amalia sebagai tanda syukurnya kepada Allah Subhanahu Wa ta'ala karena putri yang dicintainya sehat kembali tanpa harus dilakukan operasi. Terlihat putrinya berlarian bersama Hana. terdengar suara anak-anak Amalia sedang membaca surat al-Fatehah. Terlihat mata beliau berkaca-kaca penuh rasa syukur kehadirat Ilahi Robbi. Subhanallah..

----
'Obatilah orang yang sakit dengan shodaqoh, bentengilah harta kalian dengan zakat dan tolaklah bencana dengan berdoa (HR. Baihaqi).

KASIHILAH ORANG YANG PALING DEKAT DENGANMU


KISAH SI UDIN

Lima tahun yang lalu, Allah telah memanggil orang yang kusayangi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surga, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.

Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja. Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan..... di sanalah sumber 'masalah'nya ... sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!

Ya Allah..! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:

"Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya ... Karena aku takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya ... Saya minta maaf Ayah ... "

Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur. Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.

Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.
Namun... belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal.... Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan.

Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, Ayah". Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu..... Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!

Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin,dan hari raya idul fitri pun telah tiba. tapi astagfirulloh, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus. Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bias menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : "Maaf, Ayah". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.

Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk ibu.....". Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. .... tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: "Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?" Jawaban anakku itu : "Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus". Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakana .... Aku bilang pada anakku, "Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada ibu. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi.... saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.

Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur......

'Ibu sayang', Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi. Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya. Ibu, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, saya rasa. Tapi ibu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat ibu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul?

Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri saya ....

Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, Untuk para istri, yang telah dianugerahi seorang suami yang baik, selalu berterima-kasihlah setiap hari pada pasanganmu . Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu, membimbingmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.