Sabtu, 28 Januari 2012

TULANG RUSUK TAKKAN TERTUKAR

“ana akan ta’aruf dengan ukhti beberapa tahun lagi, ketika ukhti sudah lulus”

“untuk apa antum katakan itu sekarang akhi?… Jika belum siap adalah jawabannya,lalu mengapa harus antum katakan rencana tersebut pada ana? Tak tahu kah antum,kalimat itu menggoyahkan kekokohan iman yg susah payah ana bangun.”
...
Ketika antum mengatakan: “ana ingin jaga hati ana untuk ta’aruf dengan ukhti nanti”

“Lantas,apakah dengan antum berkata seperti itu,lalu prilaku antum yg sering menelfon ana itu tidak berarti mengotori hati?. Antum memang sudah seharusnya menjaga hati, hingga tiba saatnya nanti untuk antum berikan seutuhnya kepada wanita yg berhak.”

Ketika antum mengatakan: “hati hati, di sana..jaga diri baik baik..”

“Bukannya ana tidak suka di perhatikan dan di jaga,tapi cukuplah Allah yg akan menjaga ana..Bukankah Allah adalah sebaik-baik Pelindung?”

Ketika antum mengatakan: “ana harap ukhti tidak ta’aruf dengan orang lain sebelum ana”

ana tidak bisa menjanjikan apapun,karena ana tidak tau apa yg akan terjadi nanti..

Sebuah ibroh,

Wahai akhwat,jika datang kepadamu laki-laki baik-baik yang melamarmu,maka bisa jadi dialah pangeranmu.

Wahai ikhwan,jika gadis pujaanmu telah dikhitbah laki-laki lain,maka ikhlaskanlah. Bisa jadi dia bukanlah bidadarimu.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26) Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Aamiin.

Maka jika nantinya kita tidak berjodoh,mungkin ana tak cukup baik untukmu,pasti ada wanita lain yg lebih baik untukmu..Dan yakinlah,jika memang aku adalah pasangan dari tulang rusukmu,maka tanpa antum minta untuk tidak ta’aruf dgn orang lainpun,ana akan tetap menjadi pendampingmu....Karena ana yakin TULANG RUSUK TAKKAN TERTUKAR

Selasa, 21 Desember 2010

"HaRuskaH aQ MemiliHnYa,,,,,,????

Jomblo menurut kebanyakan orang adalah suatu hal yang menyiksa, menurutku tidak, justru sangat menyenangkan, tidak perlu bingung untuk membeli pulsa jika kehabisan pulsa, tidak ada yang melarang, menyuruh ini dan itu, walau pada awalnya aku merasakan sakit yang begitu dahsyat ketika aku memutuskan kekasihku, karena menurutku dia hanya penyumbat segala potensiku, terlalu otoriter, over protective, semua yang dilakukannya tak lepas demi kebaikanku, tapi aku tak merasa nyaman dengan semua itu. Ahh…lupakan saja, aku ingin menikmati kesendirianku, kini hidupku bagai burung lepas dari sangkarnya, terbang bebas menuruti isi hati mengikuti arah kemana pun aku ingin pergi.

Pagi-pagi buta tubuhku yang kurus telah melayang jauh ke kampus tercinta, tak lupa ku hantamkan tubuh ini ke kajian-kajian reguler kala matahari mulai menyembunyikan sinarnya, itu semua adalah usahaku untuk melupakannya, jujur aku masih mencintainya.

Ku sibukkan diri ini di sebuah badan otonom organisasi dan aku masuk dalam jajaran pengurus disana, tepatnya divisi keilmuan, al-hamdulillah kesibukanku ini membuahkan hasil yang luar biasa, menurutku, tanpa kusadari aku telah melupakannya, walau sesekali wajahnya kerap muncul dalam anganku, tapi itu hanya sekilas mungkin bisa di bilang sponsor lewat, tak membekas ke dalam relung hatiku.

Dua tahun setengah sudah umur kejombloanku, aku merasakan hidup normal saat ini, sepertinya aku menjalani hidup ini tanpa beban, ringan bagaikan selembar daun yang berterbangan kesana kemari tertiup angin kencang.

Tidaklah mudah melupakan seseorang yang pernah mengisi hari-hari kita, sangat sulit bahkan, merasa sepi tanpa adanya dia di sisi kita itu sudah pasti, semuanya butuh pelatihan dan kesabaran, tentunya ada sebuah tekad untuk bisa melupakannya dan menumbuhkan keyakinan dalam diri bahwa kita bisa melupakannya, menghapus kenangan manis bersamanya.

"Aku ingin menjadikanmu ibu dari anak-anakku, aku ingin menjadikanmu sebagai penyejuk hatiku dalam hari-hariku, ingin sekali ku membangun syurga bersamamu dan membesarkan buah hati kita disana".

DEG…kok bisa dia mengirimkan sms seperti ini kepadaku, bertatap muka dengannya pun aku tidak pernah, apa lagi berbincang santai dengannya. Ahh…mungkin dia salah kirim, kalau pun ia menyukaiku, rasanya itu tidak mungkin, karena banyak sekali perempuan cantik pun shalihah. Ku abaikan saja sms yang ia kirim.

Ryan Abdullah, ialah laki-laki yang baru saja mengirimi aku sms, aku mengenalnya tapi sekedar mengenal wajah dan nama saja, memang aku pernah satu kepanitiaan dengannya tepatnya seksi acara kala itu, sebatas itu saja, setelah itu aku tidak pernah menjumpainya lagi.

"Ikut aku yuuk..!?!" ajak Chindy temanku.

"Kemana?" jawabku.

"Udah…ikut aja" lanjutnya.

Aku pun mengiyakan ajakannya, akhirnya kami menaiki bus mini yang lumayan sesak akan penumpang, lalu kami turun di sebuah desa bernama Waduk Gondang Lamongan, dan tepat di samping gapura, tengah berdiri seorang laki-laki gagah perkasa, aku tak tahu pasti siapa dia, karena ku melihatnya dari kejauhan arah sehingga sosok tubuhnya terlihat kabur tak begitu jelas.

Tepat di depan gapura kami berhenti menapakkan kaki, akhirnya ku mengetahui siapakah laki-laki gagah perkasa yang tengah berdiri sendiri sedari tadi, ialah Ryan Abdullah, ia menyunggingkan senyum kepadaku, aku pun membalas senyuman itu.

"Udah lama?" tanya Chindy kepada Ryan.

"Nggak, biasa aja kok" jawab Ryan kepadanya.

"My darling, kenalin ini Afifah, sahabatku" ucap Chindy memperkenalkanku pada Ryan. Terlihat ada senyum malu-malu disana.

My darling?...kenapa Chindy temanku itu memanggilnya dengan panggilan seperti itu, bukankah ia yang mengirimi aku sms yang isinya ia menginginkanku menjadi istrinya, menjadi ibu dari anak-anaknya, Ahh…mungkin Ryan lain yang mengirimi aku sms, bukan Ryan kekasihnya Chindy sahabatku, sepertinya tak ada tampang-tampang playboy dalam dirinya.

Kami bertiga menapaki bumi Waduk Gondang dengan hati yang sangat bahagia, kami sangat menikmati jalan-jalan hari ini, disamping pemandangan yang di sajikan begitu memukau juga curahan air terjunnya membuat hatiku terkagum-kagum di buatnya, tak lupa kami pun mengabadikan momen terindah saat ini.

Waduk yang terletak 19 Km kearah barat Lamongan. Tepatnya didesa Gondang Lor dan Deket Agung Kecamatan Sugio. Untuk menuju lokasi ini selain dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi dapat juga menggunakan angkutan umum dari Lamongan menuju Gondang. Peresmiannya dilakukan oleh Presiden Suharto tahun 1987. waduk ini memiliki luas 6,60 Ha dengan kedalaman sekitar 29 meter. Tidak jauh dari lokasi waduk terdapat makam Dewi Sekardadu, putri Blambangan istri Kanjeng Maulana Ishak yang juga disebut Mbok Rondo Gondang merupakan ibu Jaka Samudra atau Sunan Giri. Ditemukan tahun 1911 dan dipugar tahun 1917 oleh pemerintah.

Ketika jarum jam menunjukkan pukul 13.30 wib, aku meminta izin kepada sahabatku untuk menunaikan shalat dhuhur, aku mencari mushalla, ku pun menemukannya, seusai shalat, aku kembali ke tempat semula; tempat pemandian air panas Waduk Gondang, aku tak menemukan siapa-siapa disana, entah kemana mereka pergi aku tak tahu.

Dari arah kejauhan tampak sepasang kekasih layaknya pengantin baru berjalan kearahku dengan adegan-adegan yang menurutku tidak pantas untuk di publikasikan ke halayak umum, ku coba untuk menerka, siapakah mereka yang tidak sopan sekali menurutku, rupanya mereka adalah sahabatku sendiri bersama kekasih dambaan hatinya, malu rasanya diri ini.

Ketika sang matahari tak lagi memancarkan sinarnya, langit pun tak menampakkan kebiruannya, kami pun merencanakan untuk kembali pulang, dalam perjalanan pulang, aku merasa jengkel sekali, mereka bermesraan di depanku, sang perempuan dengan suaranya yang di buat-buat hingga menimbulkan desahan yang menyayat hati, tangan sang laki-laki pun merayap kemana-mana, aku tak kuasa melihatnya, tak ada keberanian untuk menegurnya.

Beginikah model pacaran anak muda zaman sekarang, ahh…beda sekali dengan gaya pacaranku dengan mantanku tiga tahun silam, memang aku pernah menjalin kasih dengan seseorang, akan tetapi tidak separah seperti pemandangan yang baru saja aku melihatnya, sudah rusakkah iman seseorang itu, hingga ia berani berbuat sedemikian rupa…"Pikirku".

"Kalau mahu bermesraan sepuas-puasnya, di hutan atau dimana...jangan didepanku !" ingin sekali kata itu ku lontarkan kepada mereka, agar mereka tahu bahwa yang mereka lakukan itu membuat risih lingkungan sekitarnya, tapi tak terbersit satu keberanian saja dalam diri ini.

***

Perjalanan yang melelahkan, menjengkelkan, menyebalkan tapi sedikit menyenangkan karena aku kembali bisa menikmati indahnya pemandangan dan merasakan hangatnya tetesan air di pemandian air panas Waduk Gondang, meskipun tubuhku tak bisa mencebur ke tempat itu karena tempat pemandiannya sangat kotor, tapi setidaknya kaki ini bisa merasakannya, ya…walaupun hanya sekedar mencelupkannya ke tempat pemandian air panas itu.

"Kok smsku nggak di balas, kenapa, kamu nggak percaya kalau aku betul-betul ingin memilikimu, dan menjadikanmu sebagai ibu dari anak-anakku?" sms darinya melayang kembali ke layar HPku, kali ini ia mencantumkan namanya di akhir message yang ia kirim kepadaku.

Apa maksudnya ini, berani sekali dia menggodaku, padahal jelas-jelas dia sudah memiliki sosok perempuan yang mengasihinya, belum puaskah dia, ahh…barangkali dia sudah gila atau mungkin pada dasarnya dia lelaki penggoda. Ahh entahlah aku tak mahu memusingkan diri dengan semua ini.

Ataukah memang nasibku tercipta kedunia ini untuk di goda dan di permainkan saja, oh Tuhan…lindungilah hamba, tunjukilah hambamu ini jalan yang lurus menuju ridhamu.

Bersambung...


Rabu, 15 Desember 2010

***...**Ketika Tuhan Bicara, ketika Kau jatuh Cinta***....*

SEKAR : TUHAN, hari ini aku kenalan sama orang.Namanya Ikhwan… orangnya baiiiiiik sekali. Kira-kira, besok aku ketemu lagi ga ya sama dia?

Tuhan hanya diam.

SEKAR : YAA RABB, hari ini aku ngobrol sama Ikhwan. Ternyata dia ramaaaaah banget. Orangnya dewasa lagi… kira-kira, sekarang dia lagi ngapain ya?

Tuhan hanya mendengarkan.

SEKAR : YA ALLAH, hari ini aku ketemu dan ngobrol lagi sama dia. Rasanya senaaaaang sekali. Dia bilang aku baik… dia bilang… dia bilang… duuuh, kenapa sih aku ga bisa berhenti mikirin dia?

SEKAR : Ya Tuhan, dia bilang dia sayang aku. Rasanya aku jatuh cintaaa!

SEKAR : Tuhanku, udah seminggu ini dia ga ngasih kabar. Kenapa ya? Dia udah lupa ya?

SEKAR : Tuhanku, udah sebulan… tapi tetep ga ada kabar. Smsku ga pernah dibales. Surat dariku ga pernah dijawab. Ternyata benar dia udah ga peduli. Ternyata benar dia cuma pura-pura sayang.

Aku sedih ya Tuhan… ternyata aku bodoh sekali. Ternyata… ternyata…

Akhirnya…

Tuhan pun bicara…

Sekar, sebelum tangismu memecah dunia

Sudah kupilihkan untukmu pendamping setia…

Yang kan menjagamu sepanjang waktu

Yang kan memimpinmu untuk menjaga kemuliaan dien-Ku

Maka mengapa engkau rela masuk

Ke dalam labirin cinta yang semu… dan

Mengikrarkan cintamu pada seseorang yang tak kau tahu…

Sekar..., saat kau merasa bahagia

Atas cinta yang kau rasa, saat itu pula

Tak tahukah engkau betapa KU tercabik-cabik,

saat pikiranmu mengawang bersamanya?

Padahal kau tahu aku dekat, lebih dekat

Dari urat lehermu sendiri…

Maka mengapa kau tak peduli?

Sekar, saat kau merasa pijakanmu runtuh

Ketika ia pergi, mengapa kau tak melihat

Bahwa AKU selalu menemani?

Mengapa kau terus menyiksa diri dengan sejuta

Pertanyaan kenapa ia tak kembali…

Sekar yang KUkasihi dan KUsayangi seperti hamba-hambaKU yang lain,

kuberi engkau Orang tua, saudara, dan sahabat

Untuk bisa kau jaga…

Untuk jadi teman tertawa, untuk menebar cinta

Untuk membantumu menghapus lara… tapi mengapa kau

Tak menyibukkan diri memikirkan mereka?

Memikirkan orang-orang yang benar-benar mencintaimu…

Memikirkan mereka yang sayangnya

tak pernah luruh oleh waktu…

Namun Cintaku, jika hati dan seluruh ragamu

Ingin kembali ke cahyaKU…

Maka tak pernah ada kata terlambat untukmu

Dan para malaikat telah mencatat niat tulusmu itu di bukunya…

dan saat itu pula kau kan melihatKu tersenyum bahagia…

Karena apa pun keadaanmu,

Kasih sayangKU tak kan pernah pudar

KepedulianKU tak kan pernah mati

RahmatKU tak kan pernah surut

Hingga bumi mengeluarkan isi perutnya…

Hingga semesta meruntuhkan langit terakhirnya…

Ketahuilah, Cinta_KU… kasih_KU kan selalu ada

Sampai perjalananmu nanti menuju surga.